Make your own free website on Tripod.com

Pengharapan
percikan

ptimisme adalah percaya kepada manusia, dalam potensi kemanusiaan. Pengharapan adalah percaya kepada Allah, dalam potensi ketuhanan.

Pengharapan Kristiani ialah mengakui bahwa jalan Allah merupakan jalan yang terbaik, dan bahwa satu-satunya kegembiraan, satu-satunya kedamaian, satu-satunya sukacita dan satu-satunya penghargaan sejati dan abadi harus didapat dalam jalan Allah. Loyalitas pada Kristus dapat mendatangkan masalah - tetapi kebodohan di dalam Allah lebih bijaksana dibandingkan kearifan manusia. Pengharapan Kristiani adalah suatu kepastian bahwa lebih baik menambatkan hidup kita pada Allah daripada percaya kepada dunia.

Karena jika pengharapan ‘terjaga dari tidurnya’, maka seluruh hidup akan ‘bangun’ pula bersamanya. Sesorang akan menjadi benar-benar hidup. Akan tampak jelas bahwa orang itu belum pernah hidup sebelumnya. Seseorang terjaga dalam suatu kehidupan yang abadi, suatu kehidupan yang tampaknya mampu menahan kematian dan bertahan terhadapnya. Dimana pengharapan muncul, kehidupan pun muncul. Ketika seseorang untuk pertama kalinya masuk dalam pengalaman rohani, pengharapan itu muncul di saat tidak ada harapan sebelumnya yaitu di saat mengalami putus asa, dan kehidupan muncul pula yaitu kehidupan dalam pengalaman rohani, suatu perasaan yang berada dalam perjalanan waktu. Ada sesuatu untuk bertahan hidup, dimana sebelumnya tidak ada. Namun kenyataannya, hal itu tidak cukup. Hati manusia menyala, namun masih ada sisa kegelapan di dalamnya yang tetap padam. Sisa kegelapan itu akan tersentuh hanya jika seseorang menemukan kehidupan baru dalam diri orang lain. Ketika seseorang menemukan orang lain, pengharapan baru akan muncul dan sekarang tampaklah ada seseorang untuk bertahan hidup, tetapi pengharapan seperti itu dikecewakan. Sisa kegelapan di hati seseorang telah dipanaskan tetapi tidak pada tempat yang tepat yaitu ‘titik api’nya, yang setelah itu akan terbakar sendiri. Titik ‘nyala’ itu akan tercapai, hanya jika kita yang mati telah dibangunkan, yaitu ketika sesorang menemui kehidupan yang mampu terus bertahan melalui kematian dan kehilangan. Ketika pengharapan yang hidup melalui kematian itu muncul, maka suatu kehidupan akan timbul didalam dirinya yang merupakan suatu kehidupan yang didambakan, kehidupan yang terdapat dalam kata-kata perjanjian: ‘dan siapa saja yang hidup dan percaya kepadaKu tidak akan binasa.’